Sabtu, 19 November 2011

model sistem perdagangan (TUGAS SOFTSKILL)

Berikut adalah model-model sistem perdagangan di internet :
1. NetChex adalah suatu suatu cara untuk menuliskan cek elektronik melalui internet. NetChex tidak mengirimkan data sensitive seperti nomor rekening bank melalui internet, melainkan menggunakan shadow account, yakni berkorelasi dengan informasi konsumen beserta informasi rekening sesungguhnya.
2. CyberCash adalah suatu perusahaan di internet yang menyediakan jasa pembayaran transaksi yang aman bagi para pedagang dan konsumen. CyberCash tidak menyediakan satu macam pembayaran saja, namun dua macam cara pembayaran, yakni dengan kartu kredit dan CyberCoin.
3. E-Wallet merupakan sebuah dompet digital yang memungkinkan para pengguna untuk melakukan transaksi perdagangan elektronik dengan cepat dan aman. Sebuah fungsi dompet digital seperti dompet fisik. Dompet digital yang pertama kali disusun sebagai metode untuk menyimpan berbagai bentuk uang elektronik (e-cash), tetapi dengan sedikit popularitas seperti e-tunai layanan, dompet digital telah berkembang menjadi sebuah layanan yang menyediakan internet pengguna dengan cara yang nyaman untuk menyimpan dan menggunakan informasi belanja online.
4. Perdagangan elektronik atau e-dagang (bahasa Inggris: Electronic commerce, juga e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
5. Marketplace Concentrator  yaitu yang memusatkan mengenai informasi produk dan jasa dari beberapa produsen pada satu titik sentral. Pembeli dapat mencari, membanding - bandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian. Misalnya, Internet mall, DealerNet, Industrial marketplace, Insuremarket, dll
6. Information Brokerme  yaitu menyediakan informasi mengenai produk, harga dan ketersediaannya dan terkadang menyediakan fasilitas transaksi. Namun nilai utamanya adalah informasi yang disediakan. Misalnya : Partnet, Travelocity, Auto by Tei, dll.
7. Transaction Broker  yaitu pembeli dapat mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian, namun aktifitas bisnis utamanya adalah memfasilitasi transaksi. Misalnya : etrade, ameritrade, dll.
8. Electronic Clearinghouses  yaitu menyediakan suasana seperti tempat lelang produk, dimana harga dan ketersediaan selalu berubah tergantung pada reaksi konsumen. Misalnya : Bid.com, Onsile, dll.
9. Distribusi online, distribusi digital, atau distribusi perangkat lunak elektronik (ESD) adalah praktek memberikan konten tanpa menggunakan media fisik , biasanya dengan men-download melalui internet langsung ke perangkat konsumen. Distribusi online melewati media distribusi konvensional fisik, seperti kertas atau DVD . Distribusi online jangka biasanya diterapkan untuk produk freestanding; download add-ons untuk produk lain yang lebih dikenal sebagai konten download . Sebuah situs web untuk distribusi perangkat lunak aplikasi biasanya disebut toko aplikasi atau app store.
10. eBay adalah sebuah situs web lelang daring yang memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia dapat membeli dan menjual berbagai barang dan jasa.

Siklus Produksi
Aktivitas produksi pada intinya merupakan aktivitas  mengubah bahan baku menjadi bahan jadi. Siklus ini hanya terjadi pada perusahaan manufaktur (industri). Kegiatan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi ini dikatakan sebagai proses produksi (pabrikasi).
Perusahaan Manufaktur memiliki tiga jenis persediaan yaitu :
a.         Persediaan Bahan Baku (Raw/Direct Material Inventory), persediaan bahan baku merupakan persediaan utama yang akan diolah dalam proses produksi.
b.        Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process Inventory), persediaan barang dalam proses merupakan persediaan barang yang dalam proses pengolahan. Barang dalam proses dapat pula disebut barang setengah jadi.
c.         Persediaan Barang Jadi (Finish Good Inventory), persediaan barang jadi merupakan persediaan barang yang dihasilkan dari proses produksi.

Proses produksi yang terdiri dari 3 golongan yaitu :
a.         Biaya bahan langsung (Raw/Direct Material), biaya bahan langsung merupakan biaya bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi.
b.        Biaya Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour), biaya tenaga kerja langsung merupakan tenaga kerja yang digunakan secara langsung pada proses produksi.
c.         Biaya Overhead Pabrik (Factory Overhead), biaya overhead merupakan biaya yang tidak terlibat langsung dalam proses produksi.

Pengendalian Produksi
            Siklus Pengolahan Transaksi Produksi berfokus pada pengelolaan persediaan bahan baku, bahan dalam proses dan bahan jadi. Metode yang biasa digunakan dalam menentukan harga pokok produksi adalah Metode Job order costing dan metode process costing.
           

Proses bisnis Pengendalian Produksi mencakup pengendalian terhadap produksi dan pengendalian terhadap persediaan. Akivitas tersebut berkaitan erat dengan prosedur :
1.      Penerimaan pesanan
2.      Penagihan
3.      Penggajian
4.      Pengiriman barang jadi
5.      dan Pembelian
Pengendalian produksi, merupakan pengendalian terhadap pelaksanaan pada proses produksi pengendalian ini meliputi pemisahan fungsi pencatatan dan fungsi dokumentasi, pengawasan terhadap permintaan persediaan dan pengawasan terhadap penjadwalan produksi.
Siklus Buku Besar
Utang dagang dari berbagai pemasok dalam suatu perusahaan akan dicatatkan pada Buku Besar perusahaan bersamaan dengan berbagai perkiraan-perkiraan yang lainnya. Pengendalian pada buku besar dilakukan dengan cara membandingkan dokumen total pengendali dengan cek voucher yang akan dibayarkan kepada pemasok. Dokumen total pengendali berisi ringkasan utang dagang masing-masing pemasok sedangkan cek voucher merupakan dokumen yang berisi utang dagang pemasok yang akan segera jatuh tempo.

Gambar. Buku Besar

Siklus Pendapatan
Siklus pendapatan dari berbagai jenis organisasi yang berbeda adalah sama dan meliputi beberapa atau sama operasi berikut ini :
1.      Merespons pertanyaan pelanggan. Pertanyaan pelanggan bisa ditangani oleh tenaga penjual.
2.      Membuat perjanjian dengan para pelanggan untuk menyediakan  barang dan jasa di masa yang akan datang.
3.      Menyediakan jasa atau mengirim barang ke pelanggan.
4.      Mengakui klam atas barang dan jasa yang disediakan
5.      Menerima kas. Pada suatu waktu dalam siklus  pendapata, kas diperoleh dari pelanggan.
6.      Menyetorkan kas ke bank.
7.      Menyusun laporan.


Alternatis sistem siklus pendapatan :
1.      Pemesanan sebelum pengiriman
2.      Pelanggan segera mengambil (tanpa pesanan)
Alternatif waktu pembayaran :
1.      Sebelum pengiriman
2.      Pada waktu pengiriman
3.      Setelah  pengiriman
Alternatif bentuk pembayaran :
1.      Tunai (kas)
2.      Cek
3.      Kartu kredit atau kartu debit
4.      Penjualan secara kredit

Resiko dan pengendalian
Menggunakan siklus pendapatan ELERBE sebagai contoh untuk membahas resiko dan pengendalian. Pengendalian arus kerja dapat mengurangi resiko pada siklus pendapatan.
Siklus Penjualan
Penjualan merupakan aktivitas memperjualbelikan barang dan jasa kepada konsumen. Aktivitas penjualan dalam perusahaan dapat dilakukan baik secara tunai ataupun kredit.

Model Siklus Penerimaan Kas (Penjualan)

Prosedur penjualan kredit terdiri dari aktivitas :
a.       Permintaan informasi persediaan barang/jasa
b.      Penerimaan pesanan penjualan (order penjualan)
c.       Pengecekan persediaan dan harga
d.      Persetujuan kredit
e.       Pengambilan barang/persediaan
f.       Pembuatan faktur penjualan
g.      Pengiriman barang
h.      Pencatatan transaksi
i.        Penagihan






DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/EBay
Lilis Puspitawati dan Sri Dewi Anggadini. Sistem Informasi Akuntansi. Graha Ilmu. BAB 7 165-169 dan BAB 8  191-194

Minggu, 23 Oktober 2011


Pembuatan Model Data dan Desain Database


Gambar diatas memperlihatkan enam langkah dasar dalam mendesain database.
Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.
Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup system baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu anda membuat keputusan awal mengenai keputusan awal mengenai persyaratan awal hardware dan software.
Tahap ketiga mencakup pengembangan berbagai skema berbeda untuk system yang baru, pada tingkat konseptual,eksternal, dan internal.
Tahap keempat mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database yang sesungguhnya, yang akan di implementasikan ke dalam system yang baru tersebut. Ini juga merupakan tahap pengembangan aplikasibaru.
Tahap kelima (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari system sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji system yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaannya.
Tahap keenam  berkaitan dengan penggunaan pemeliharaan system yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja system baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi system. Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktek bisnis atau perkembangan kelayakan pengembangan suatusistem baru.

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi
Ancaman-ancaman Atas SIA
salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti kebakaran, panas yang berlebihan, banjir, gempa bumi, badai, angin, dan perang. Bencana yang tidak bias diprediksi dapat secara keseluruhan menghancurkan system informasi dan menyebabkan kejatuhan sebuah perusahaan. Ketika terjadi sebuah bencana, banyak perusahaan yang terkena pengaruhnya pada saat yang bersamaan.

Mengapa Ancaman-ancaman SIA meningkat ?
Sebagai akibat dari masalah-masalah tersebut, pengendalian keamanan dan integritas system computer menjadi isu yang penting. Kebanyakan manajer SIA menunjukkan bahwa resiko pengendalian telah meningkat dalam tahun-tahun belakangna ini. Contohnya, penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 60% organisasi telah mengalami kegagalan besar dalam pengendalian di tahun-tahun belakangna ini. Beberapa atas peningkatan masalah keamanan adalah sebagai berikut:
*Peningkatan jumlah system klien/ server (client/ server systems) memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
*Oleh karena LAN dan dan system klien/ server mendidtribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada system computer yang utama yang terpusat.
*WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sitem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.
*Masalah pengendalian komputer sering kali diremehkan dan dianggap minor
*Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari system computer yang tersentralisasi dan terpusat dari masa lampau, ke system jaringan atau system berdasarkan Internet, tidak benar-benar dipahami.
*Tekanan produktivitas dan biaya membuat pihak manajemen melepas ukuran-ukuran pengendalian yang memakan waktu.

TINJAUAN MENYELURUH KONSEP-KONSEP PENGENDALIAN
Pengendalian Internal (internal control) adalah  rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Struktur Pengendalian Internal (internal control structure) terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan tingkat jaminan yang wajar atas pencapaian tujuan tertentu organisasi.
Pengendalian Internal melaksanakan 3 fungsi penting:
*Pengendalian untuk pencegahan
*Pengendalian untuk pemeriksaan
*Pengendalian Korektif


Penelitian Oleh Comitee of Sponsoring Organizations
Comitee of sponsoring Organizations (COSO) adalah kelompok sector swasta yang terdiri dari American Accounting Association (AAA), AICPA, Institute of Internal Auditors, Institute of Management Accountants, dan Financial Executives Institute. Pada tahun 1992, COSO mengembangkan definisi pengendalian internal dan memberikan petunjuk untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal.
Laporan tersebut telah diterima secara luas sebagai ketentuan dalam pengendalian internal.
Penelitian tersebut memakan waktu 3 tahun dan melibatkan 10.000 jam penelitian, diskusi, analisis, dan proses penilaian. Penelitian ini melibatkan ribuan orang, termasuk para anggota dari kelima organisasi dalam COSO, para direktur dan dewan direksi perusahaan, pembuat undang-undang (legislator), pemerintah, pengacara, konsultan, auditor, dan para akademisi. Laporan tersebut menjelaskan tanggung jawab pegawai untuk menjalankan dengan layak pengendalian, serta mendeskripsikan peran auditor eksternal dalam menilai pengendalian.
Penelitian COSO mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada dibawah arahan keduannya, memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan penegndalian dicapai dengan pertimbangan berikut:
1. Efektifitas dan efisiensi operasional organisasi.
2. Keandalan pelaporan keuangan.
3. kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Tabel 7-2
Lima Komponen Model Pengendalian Internal COSO yang saling berhubungan
Komponen                                                                                Deskripsi
Lingkungan pengendalian        Inti dari bsinis apapun adalah orang-orangnya-ciri perorangan, termasuk
integritas, nilai-nilai etika, dan kompetensi-serta lingkungan tempat beroperasi. Mereka adalah mesin yang mengemudikan organisasi dan dasar tempat segala hal terletak.
Aktivitas pengendalian             Kebijakan dan prosedur pengendalian harus dibuat dan dilaksanakan untuk membantu memastikan bahwa tindakan yang diidentifikasi oleh pihak manajemen untuk mengatasi resiko pencapaian tujuan organisasi, secara efektif dijalankan.
Penilaian resiko                         Organisasi harus sadar akan dan berurusan dengan resiko yang akan dihadapinya. Organisasi harus menempatkan tujuan, yang terintegrasi dengan penjualan, produksi, pemasaran, keuangan, dan kegiatan lainnya, agar organisasi beroperasi secara harmonis.
Informasi & komunikasi           Disekitar aktifitas pengendalian terdapat system informasi dan komunikasi. Mereka memungkinkan orang-orang dalam organisasi untuk mendapat dan bertukar informasi yang dibutuhkan melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
Pengawasan                                Seluruh proses harus diawasi, dan perubahan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Melalui cara ini, system dapat bereaksi secara dinamis, berubah sesuai tuntutan keadaan.

LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini:
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3. Struktur organisasional
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan prktik-praktik dalam sumber daya manusia
7. pengaruh-pengaruh eksternal




Komitmen atas Integritas dan Nilai-nilai Etika
Merupakan hal penting bagi pihak manajemen untuk menciptakan suatu struktur organisasional yang menekankan pada integritas dan nilai-nilai etika. Perusahaan dapat mengesahkan integritas sebagai prinsip dasar beroperasi, dengan cara secara aktif mengajarkan dan memprektikkannnya. Contohnya, manajemen puncak harus memperjelas bahwa laporan yang jujur lebih penting daripada laporan yang sesuai dengan keingina pihak manajemen. Pihak manajemen pun harus tidak berasumsi bahwa setiap orang menerima kejujuran. Mereka harus secara konsisten menghargai dan mendorong kejujuran, serta memberikan suatu sebutan untuk perilaku yang jujur dan tidak jujur.
Pihak manajemen harus mengembangkan kebijakan yang tertulis dengan jelas, yang secara eksplisit mendeskripsikan perilaku yang jujur dan tidak jujur. Kebijakan-kebijakan ini harus secara khusus mencakup isu-isu yang tidak pasti atau tidak jela, seperti konflikkepentingan dan penerimaan hadiah.
Seluruh tindakan yang tidak jujur harus secara menyeluruh di investigasi, dan mereka yang dianggap bersalah harus di bebas tugaskan. Pegawai yang tidak jujur harus dituntut untuk membuat pegawai mengetahui bahwa perilaku semacam ini tidak akan diperbolehkan.

AKTIVITAS-AKTIVITAS PENGENDALIAN
Komponen kedua dari model pengendalian internal COSO (lihat table 7-2) adalah
Kegiatan-kegiatan pengendalian, yang merupakan kebijakan dan peraturanyang menyediakan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian pihak manajemen, dicapai.
Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4. Penjagaan asset dan catatan yang memadai
5. Pemeriksaan independen atas kinerja
Fokus 7-2 mendiskusikan bagaimana pelanggaran aktifitas pengendalian tertentu, dikombinasikan dengan factor-faktor lingkungan, menghasilkan penipuan disekolah distrik Midwestern.

DAFTAR PUSTAKA

Marshall B.Romney and Paul John Steinbart “Accounting Information System.” Penerbit Salemba Empat. Hal : 131 dan 221.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Tugas Laporan Keuangan (SIA)

Indrawan, 3DB19, 33109000 (tugas softskill pertama)

NERACA

AKTIVA PASIVA
KAS Rp 4000000 Hutang Bank Rp 4000000
Perlengkapan Rp 2000000 Hutang dagang Rp 1500000
Akm penyusutan Rp 500000 Modal Pemilik Rp 7000000
Peralatan Rp 1000000
Kendaraan Rp 5000000

JUMLAH
Rp12500000 JUMLAH
Rp12500000

LAPORAN LABA RUGI

Pendapatan Rp 1000000
Beban
Gaji Rp 200000
Perlengkapan Rp 75000
Listrik Rp 50000
Bensin Rp 75000
Penyusutan Rp 50000 +
JUMLAH Rp 450000
Rp 450000 -
Rp 550000

LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Modal Awal Rp 6600000
Laba Bersih Rp 550000
Prive Rp 150000 -
Rp 400000

Rp 400000 +

modal akhir Rp 7000000






Laporan Keuangan Publikasi Bulanan
Neraca
PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK
GEDUNG BNI JL.JEND.SUDIRMAN KAV 1 JAKARTA 10220
Telp. 021-2511946
per  Desember 2010
(Dalam Jutaan Rupiah)
Pos-pos
ASET
Kas                                                                                                                              5,499,024
Penempatan pada Bank Indonesia                                                                             36,634,953
Penempatan pada bank lain                                                                                       14,945,948
Tagihan spot dan derivatif                                                                                                  7,552
Surat berharga                                                                                                           43,540,995
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi                                                      566,803
b. Tersedia untuk dijual                                                                                             32,358,607
c. Dimiliki hingga jatuh tempo                                                                                  10,615,585
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
Tagihan atas surat berharga yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo)
Tagihan akseptasi                                                                                                        4,869,837
Kredit                                                                                                                      133,222,846
a. Diukur pada nilai wajar melalui laporan laba/rugi
b. Tersedia untuk dijual
c. Dimiliki hingga jatuh tempo
d. Pinjaman yang diberikan dan piutang                                                                 133,222,846
Pembiayaan syariah
Penyertaan                                                                                                                   1,603,308
Cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan -/-                                                6,990,509
a. Surat berharga                                                                                                               86,961
b. Kredit                                                                                                                      6,810,313
c. Lainnya                                                                                                                          93,235
Aset tidak berwujud                                                                                                        710,409
Akumulasi amortisasi aset tidak berwujud -/-                                                      630,402
Aset tetap dan inventaris                                                                                             7,135,890
Akumulasi penyusutan aset tetap dan inventaris -/-                                                     3,513,622
Properti terbengkalai                                                                                                         11,155
Aset yang diambil alih                                                                                         212,206
Rekening tunda                                                                                                                 94,689
Aset antarkantor
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia
Cadangan kerugian penurunan nilai aset lainnya -/-
Penyisihan penghapusan aset non produktif -/-                                                               337,428
Sewa pembiayaan
Aset pajak tangguhan                                                                                                      777,953
Rupa-rupa aset                                                                                                            3,613,415
TOTAL ASET                                                                                                         241,408,219
KEWAJIBAN DAN MODAL
Giro                                                                                                                            48,421,894
Tabungan                                                                                                                   64,235,149
Simpanan berjangka                                                                                                   77,798,079
Dana investasi revenue sharing
Kewajiban kepada Bank Indonesia                                                                                   53,756
Kewajiban kepada bank lain                                                                                       2,550,995
Kewajiban spot dan derivatif                                                                                          221,034
Kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo)
Kewajiban akseptasi                                                                                                   2,731,991
Surat berharga yang diterbitkan                                                                                      999,437
Pinjaman yang diterima                                                                                               5,492,137
Setoran jaminan                                                                                                             787,886
Kewajiban antarkantor                                                                                                     29,531
a. Melakukan kegiatan operasional di Indonesia
b. Melakukan kegiatan operasional di luar Indonesia                                                       29,531
Kewajiban pajak tangguhan
Penyisihan penghapusan transaksi rekening administratif                                              186,687
Rupa-rupa kewajiban                                                                                                  5,058,199
Dana investasi profit sharing
Modal pinjaman
Modal disetor                                                                                                              9,054,807
a. Modal dasar                                                                                                           15,000,000
b. Modal yang belum disetor -/-                                                                                  5,945,193
c. Saham yang dibeli kembali (treasury stock) -/-
Tambahan modal disetor                                                                                           13,779,102
a. Agio                                                                                                                                  14,452,081
b. Disagio -/-
c. Modal sumbangan
d. Penyesuaian akibat penjabaran laporan keuangan                                                       21,442
e. Pendapatan (kerugian) komprehensif lainnya                                                            (694,421)
f. Lainnya
g. Dana setoran modal
Selisih penilaian kembali aset tetap                                                                                         21
Selisih kuasi reorganisasi
Selisih restrukturisasi entitas sepengendali
Cadangan                                                                                                                      2,624,634
a. Cadangan umum                                                                                                       1,433,344
b. Cadangan tujuan                                                                                                       1,191,290
Laba/rugi                                                                                                                       7,382,880
a. Tahun-tahun lalu                                                                                                       3,275,224
b. Tahun berjalan                                                                                                          4,107,656
TOTAL KEWAJIBAN DAN MODAL                                                                  241,408,219