Minggu, 23 Oktober 2011


Pembuatan Model Data dan Desain Database


Gambar diatas memperlihatkan enam langkah dasar dalam mendesain database.
Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.
Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup system baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu anda membuat keputusan awal mengenai keputusan awal mengenai persyaratan awal hardware dan software.
Tahap ketiga mencakup pengembangan berbagai skema berbeda untuk system yang baru, pada tingkat konseptual,eksternal, dan internal.
Tahap keempat mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke struktur database yang sesungguhnya, yang akan di implementasikan ke dalam system yang baru tersebut. Ini juga merupakan tahap pengembangan aplikasibaru.
Tahap kelima (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari system sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji system yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaannya.
Tahap keenam  berkaitan dengan penggunaan pemeliharaan system yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja system baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi system. Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktek bisnis atau perkembangan kelayakan pengembangan suatusistem baru.

Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi
Ancaman-ancaman Atas SIA
salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti kebakaran, panas yang berlebihan, banjir, gempa bumi, badai, angin, dan perang. Bencana yang tidak bias diprediksi dapat secara keseluruhan menghancurkan system informasi dan menyebabkan kejatuhan sebuah perusahaan. Ketika terjadi sebuah bencana, banyak perusahaan yang terkena pengaruhnya pada saat yang bersamaan.

Mengapa Ancaman-ancaman SIA meningkat ?
Sebagai akibat dari masalah-masalah tersebut, pengendalian keamanan dan integritas system computer menjadi isu yang penting. Kebanyakan manajer SIA menunjukkan bahwa resiko pengendalian telah meningkat dalam tahun-tahun belakangna ini. Contohnya, penelitian telah menunjukkan bahwa lebih dari 60% organisasi telah mengalami kegagalan besar dalam pengendalian di tahun-tahun belakangna ini. Beberapa atas peningkatan masalah keamanan adalah sebagai berikut:
*Peningkatan jumlah system klien/ server (client/ server systems) memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
*Oleh karena LAN dan dan system klien/ server mendidtribusikan data ke banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada system computer yang utama yang terpusat.
*WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sitem dan data mereka satu sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.
*Masalah pengendalian komputer sering kali diremehkan dan dianggap minor
*Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari system computer yang tersentralisasi dan terpusat dari masa lampau, ke system jaringan atau system berdasarkan Internet, tidak benar-benar dipahami.
*Tekanan produktivitas dan biaya membuat pihak manajemen melepas ukuran-ukuran pengendalian yang memakan waktu.

TINJAUAN MENYELURUH KONSEP-KONSEP PENGENDALIAN
Pengendalian Internal (internal control) adalah  rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Struktur Pengendalian Internal (internal control structure) terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan tingkat jaminan yang wajar atas pencapaian tujuan tertentu organisasi.
Pengendalian Internal melaksanakan 3 fungsi penting:
*Pengendalian untuk pencegahan
*Pengendalian untuk pemeriksaan
*Pengendalian Korektif


Penelitian Oleh Comitee of Sponsoring Organizations
Comitee of sponsoring Organizations (COSO) adalah kelompok sector swasta yang terdiri dari American Accounting Association (AAA), AICPA, Institute of Internal Auditors, Institute of Management Accountants, dan Financial Executives Institute. Pada tahun 1992, COSO mengembangkan definisi pengendalian internal dan memberikan petunjuk untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal.
Laporan tersebut telah diterima secara luas sebagai ketentuan dalam pengendalian internal.
Penelitian tersebut memakan waktu 3 tahun dan melibatkan 10.000 jam penelitian, diskusi, analisis, dan proses penilaian. Penelitian ini melibatkan ribuan orang, termasuk para anggota dari kelima organisasi dalam COSO, para direktur dan dewan direksi perusahaan, pembuat undang-undang (legislator), pemerintah, pengacara, konsultan, auditor, dan para akademisi. Laporan tersebut menjelaskan tanggung jawab pegawai untuk menjalankan dengan layak pengendalian, serta mendeskripsikan peran auditor eksternal dalam menilai pengendalian.
Penelitian COSO mendefinisikan pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, pihak komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada dibawah arahan keduannya, memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan penegndalian dicapai dengan pertimbangan berikut:
1. Efektifitas dan efisiensi operasional organisasi.
2. Keandalan pelaporan keuangan.
3. kesesuaian dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Tabel 7-2
Lima Komponen Model Pengendalian Internal COSO yang saling berhubungan
Komponen                                                                                Deskripsi
Lingkungan pengendalian        Inti dari bsinis apapun adalah orang-orangnya-ciri perorangan, termasuk
integritas, nilai-nilai etika, dan kompetensi-serta lingkungan tempat beroperasi. Mereka adalah mesin yang mengemudikan organisasi dan dasar tempat segala hal terletak.
Aktivitas pengendalian             Kebijakan dan prosedur pengendalian harus dibuat dan dilaksanakan untuk membantu memastikan bahwa tindakan yang diidentifikasi oleh pihak manajemen untuk mengatasi resiko pencapaian tujuan organisasi, secara efektif dijalankan.
Penilaian resiko                         Organisasi harus sadar akan dan berurusan dengan resiko yang akan dihadapinya. Organisasi harus menempatkan tujuan, yang terintegrasi dengan penjualan, produksi, pemasaran, keuangan, dan kegiatan lainnya, agar organisasi beroperasi secara harmonis.
Informasi & komunikasi           Disekitar aktifitas pengendalian terdapat system informasi dan komunikasi. Mereka memungkinkan orang-orang dalam organisasi untuk mendapat dan bertukar informasi yang dibutuhkan melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
Pengawasan                                Seluruh proses harus diawasi, dan perubahan dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Melalui cara ini, system dapat bereaksi secara dinamis, berubah sesuai tuntutan keadaan.

LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut ini:
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3. Struktur organisasional
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan prktik-praktik dalam sumber daya manusia
7. pengaruh-pengaruh eksternal




Komitmen atas Integritas dan Nilai-nilai Etika
Merupakan hal penting bagi pihak manajemen untuk menciptakan suatu struktur organisasional yang menekankan pada integritas dan nilai-nilai etika. Perusahaan dapat mengesahkan integritas sebagai prinsip dasar beroperasi, dengan cara secara aktif mengajarkan dan memprektikkannnya. Contohnya, manajemen puncak harus memperjelas bahwa laporan yang jujur lebih penting daripada laporan yang sesuai dengan keingina pihak manajemen. Pihak manajemen pun harus tidak berasumsi bahwa setiap orang menerima kejujuran. Mereka harus secara konsisten menghargai dan mendorong kejujuran, serta memberikan suatu sebutan untuk perilaku yang jujur dan tidak jujur.
Pihak manajemen harus mengembangkan kebijakan yang tertulis dengan jelas, yang secara eksplisit mendeskripsikan perilaku yang jujur dan tidak jujur. Kebijakan-kebijakan ini harus secara khusus mencakup isu-isu yang tidak pasti atau tidak jela, seperti konflikkepentingan dan penerimaan hadiah.
Seluruh tindakan yang tidak jujur harus secara menyeluruh di investigasi, dan mereka yang dianggap bersalah harus di bebas tugaskan. Pegawai yang tidak jujur harus dituntut untuk membuat pegawai mengetahui bahwa perilaku semacam ini tidak akan diperbolehkan.

AKTIVITAS-AKTIVITAS PENGENDALIAN
Komponen kedua dari model pengendalian internal COSO (lihat table 7-2) adalah
Kegiatan-kegiatan pengendalian, yang merupakan kebijakan dan peraturanyang menyediakan jaminan yang wajar bahwa tujuan pengendalian pihak manajemen, dicapai.
Secara umum, prosedur-prosedur pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
1. Otorisasi transaksi dan kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen serta catatan yang memadai
4. Penjagaan asset dan catatan yang memadai
5. Pemeriksaan independen atas kinerja
Fokus 7-2 mendiskusikan bagaimana pelanggaran aktifitas pengendalian tertentu, dikombinasikan dengan factor-faktor lingkungan, menghasilkan penipuan disekolah distrik Midwestern.

DAFTAR PUSTAKA

Marshall B.Romney and Paul John Steinbart “Accounting Information System.” Penerbit Salemba Empat. Hal : 131 dan 221.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar