Pembuatan Model Data dan Desain
Database
Gambar diatas memperlihatkan enam
langkah dasar dalam mendesain database.
Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.
Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup system baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu anda membuat keputusan awal mengenai keputusan awal mengenai persyaratan awal hardware dan software.
Tahap pertama terdiri dari perencanaan awal untuk menetapkan kebutuhan dan kelayakan pengembangan system baru. Tahap ini mencakup penilaian awal mengenai proposal kelayakan teknologi dan ekonomi.
Tahap kedua mencakup identifikasi kebutuhan informasi para pemakai, menetapkan lingkup system baru yang diajukan, serta menggunakan informasi yang berkaitan dengan perkiraan jumlah pemakai dan volume transaksi, untuk membantu anda membuat keputusan awal mengenai keputusan awal mengenai persyaratan awal hardware dan software.
Tahap ketiga mencakup
pengembangan berbagai skema berbeda untuk system yang baru, pada tingkat
konseptual,eksternal, dan internal.
Tahap keempat mencakup penerjemahan skema tingkat internal ke
struktur database yang sesungguhnya, yang akan di implementasikan ke dalam
system yang baru tersebut. Ini juga merupakan tahap pengembangan aplikasibaru.
Tahap kelima (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari system sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji system yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaannya.
Tahap keenam berkaitan dengan penggunaan pemeliharaan system yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja system baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi system. Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktek bisnis atau perkembangan kelayakan pengembangan suatusistem baru.
Tahap kelima (implementasi) mencakup seluruh aktivitas yang berhubungan dengan mentransfer data dari system sebelumnya ke database SIA yang baru, menguji system yang baru, dan melatih para pegawai mengenai cara penggunaannya.
Tahap keenam berkaitan dengan penggunaan pemeliharaan system yang baru. Tahap ini mencakup pengawasan yang hati-hati atas kinerja system baru dan kepuasan pemakai, untuk menetapkan kebutuhan untuk meningkatkan dan memodifikasi system. Oleh sebab itu, perubahan dalam strategi dan praktek bisnis atau perkembangan kelayakan pengembangan suatusistem baru.
Pengendalian dan Sistem
Informasi Akuntansi
Ancaman-ancaman Atas SIA
salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti kebakaran, panas yang berlebihan, banjir, gempa bumi, badai, angin, dan perang. Bencana yang tidak bias diprediksi dapat secara keseluruhan menghancurkan system informasi dan menyebabkan kejatuhan sebuah perusahaan. Ketika terjadi sebuah bencana, banyak perusahaan yang terkena pengaruhnya pada saat yang bersamaan.
salah satu ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kehancuran karena bencana alam dan politik, seperti kebakaran, panas yang berlebihan, banjir, gempa bumi, badai, angin, dan perang. Bencana yang tidak bias diprediksi dapat secara keseluruhan menghancurkan system informasi dan menyebabkan kejatuhan sebuah perusahaan. Ketika terjadi sebuah bencana, banyak perusahaan yang terkena pengaruhnya pada saat yang bersamaan.
Mengapa Ancaman-ancaman SIA meningkat ?
Sebagai akibat dari masalah-masalah
tersebut, pengendalian keamanan dan integritas system computer menjadi isu yang
penting. Kebanyakan manajer SIA menunjukkan bahwa resiko pengendalian telah
meningkat dalam tahun-tahun belakangna ini. Contohnya, penelitian telah
menunjukkan bahwa lebih dari 60% organisasi telah mengalami kegagalan besar
dalam pengendalian di tahun-tahun belakangna ini. Beberapa atas peningkatan
masalah keamanan adalah sebagai berikut:
*Peningkatan jumlah system klien/ server (client/ server systems)
memiliki arti bahwa informasi tersedia bagi para pekerja yang tidak baik.
*Oleh karena LAN dan dan system klien/ server mendidtribusikan data ke
banyak pemakai, mereka lebih sulit dikendalikan daripada system computer yang
utama yang terpusat.
*WAN memberikan pelanggan dan pemasok akses ke sitem dan data mereka satu
sama lain, yang menimbulkan kekhawatiran dalam hal kerahasiaan.
*Masalah pengendalian komputer
sering kali diremehkan dan dianggap minor
*Implikasi-implikasi pengendalian untuk berpindah dari system computer
yang tersentralisasi dan terpusat dari masa lampau, ke system jaringan atau
system berdasarkan Internet, tidak benar-benar dipahami.
*Tekanan produktivitas dan biaya membuat pihak manajemen melepas
ukuran-ukuran pengendalian yang memakan waktu.
TINJAUAN MENYELURUH
KONSEP-KONSEP PENGENDALIAN
Pengendalian Internal (internal control) adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang
dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal,
mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong
kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
Struktur Pengendalian Internal (internal control structure) terdiri
dari kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan tingkat jaminan yang
wajar atas pencapaian tujuan tertentu organisasi.
Pengendalian Internal melaksanakan
3 fungsi penting:
*Pengendalian untuk pencegahan
*Pengendalian untuk pemeriksaan
*Pengendalian Korektif
Penelitian Oleh Comitee of Sponsoring
Organizations
Comitee of sponsoring Organizations
(COSO) adalah kelompok sector swasta yang terdiri dari American Accounting
Association (AAA), AICPA, Institute of Internal Auditors, Institute of
Management Accountants, dan Financial Executives Institute. Pada tahun 1992,
COSO mengembangkan definisi pengendalian internal dan memberikan petunjuk untuk
mengevaluasi sistem pengendalian internal.
Laporan tersebut telah diterima
secara luas sebagai ketentuan dalam pengendalian internal.
Penelitian tersebut memakan waktu 3
tahun dan melibatkan 10.000 jam penelitian, diskusi, analisis, dan proses
penilaian. Penelitian ini melibatkan ribuan orang, termasuk para anggota dari
kelima organisasi dalam COSO, para direktur dan dewan direksi perusahaan,
pembuat undang-undang (legislator), pemerintah, pengacara, konsultan, auditor,
dan para akademisi. Laporan tersebut menjelaskan tanggung jawab pegawai untuk
menjalankan dengan layak pengendalian, serta mendeskripsikan peran auditor
eksternal dalam menilai pengendalian.
Penelitian COSO mendefinisikan
pengendalian internal sebagai proses yang diimplementasikan oleh dewan
komisaris, pihak komisaris, pihak manajemen, dan mereka yang berada dibawah
arahan keduannya, memberikan jaminan yang wajar bahwa tujuan penegndalian
dicapai dengan pertimbangan berikut:
1. Efektifitas dan efisiensi
operasional organisasi.
2. Keandalan pelaporan keuangan.
3. kesesuaian dengan hukum dan
peraturan yang berlaku.
Tabel 7-2
Lima Komponen Model Pengendalian Internal COSO yang saling
berhubungan
Komponen Deskripsi
|
Lingkungan
pengendalian Inti
dari bsinis apapun adalah orang-orangnya-ciri perorangan, termasuk
integritas, nilai-nilai etika, dan kompetensi-serta lingkungan tempat beroperasi. Mereka adalah mesin yang mengemudikan organisasi dan dasar tempat segala hal terletak.
Aktivitas
pengendalian Kebijakan dan prosedur
pengendalian harus dibuat dan dilaksanakan untuk membantu memastikan bahwa
tindakan yang diidentifikasi oleh pihak manajemen untuk mengatasi resiko
pencapaian tujuan organisasi, secara efektif dijalankan.
Penilaian
resiko Organisasi
harus sadar akan dan berurusan dengan resiko yang akan dihadapinya.
Organisasi harus menempatkan tujuan, yang terintegrasi dengan penjualan,
produksi, pemasaran, keuangan, dan kegiatan lainnya, agar organisasi
beroperasi secara harmonis.
Informasi
& komunikasi Disekitar
aktifitas pengendalian terdapat system informasi dan komunikasi. Mereka
memungkinkan orang-orang dalam organisasi untuk mendapat dan bertukar
informasi yang dibutuhkan melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan
operasinya.
Pengawasan Seluruh
proses harus diawasi, dan perubahan dilakukan sesuai dengan kebutuhan.
Melalui cara ini, system dapat bereaksi secara dinamis, berubah sesuai
tuntutan keadaan.
|
LINGKUNGAN PENGENDALIAN
Lingkungan pengendalian terdiri dari faktor-faktor berikut
ini:
1. Komitmen atas integritas dan nilai-nilai etika
2. Filosofi pihak manajemen dan gaya beroperasi
3. Struktur organisasional
4. Badan audit dewan komisaris
5. Metode untuk memberikan otoritas dan tanggung jawab
6. Kebijakan dan prktik-praktik dalam sumber daya manusia
7. pengaruh-pengaruh eksternal
Komitmen atas
Integritas dan Nilai-nilai Etika
Merupakan hal penting bagi pihak
manajemen untuk menciptakan suatu struktur organisasional yang menekankan pada
integritas dan nilai-nilai etika. Perusahaan dapat mengesahkan integritas
sebagai prinsip dasar beroperasi, dengan cara secara aktif mengajarkan dan
memprektikkannnya. Contohnya, manajemen puncak harus memperjelas bahwa laporan
yang jujur lebih penting daripada laporan yang sesuai dengan keingina pihak
manajemen. Pihak manajemen pun harus tidak berasumsi bahwa setiap orang
menerima kejujuran. Mereka harus secara konsisten menghargai dan mendorong
kejujuran, serta memberikan suatu sebutan untuk perilaku yang jujur dan tidak
jujur.
Pihak manajemen harus mengembangkan
kebijakan yang tertulis dengan jelas, yang secara eksplisit mendeskripsikan
perilaku yang jujur dan tidak jujur. Kebijakan-kebijakan ini harus secara
khusus mencakup isu-isu yang tidak pasti atau tidak jela, seperti
konflikkepentingan dan penerimaan hadiah.
Seluruh tindakan yang tidak jujur
harus secara menyeluruh di investigasi, dan mereka yang dianggap bersalah harus
di bebas tugaskan. Pegawai yang tidak jujur harus dituntut untuk membuat
pegawai mengetahui bahwa perilaku semacam ini tidak akan diperbolehkan.
AKTIVITAS-AKTIVITAS
PENGENDALIAN
Komponen kedua dari model
pengendalian internal COSO (lihat table 7-2) adalah
Kegiatan-kegiatan pengendalian,
yang merupakan kebijakan dan peraturanyang menyediakan jaminan yang wajar bahwa
tujuan pengendalian pihak manajemen, dicapai.
Secara umum, prosedur-prosedur
pengendalian termasuk dalam satu dari lima kategori berikut ini:
1. Otorisasi transaksi dan
kegiatan yang memadai
2. Pemisahan tugas
3. Desain dan penggunaan dokumen
serta catatan yang memadai
4. Penjagaan asset dan catatan
yang memadai
5. Pemeriksaan independen atas
kinerja
Fokus 7-2 mendiskusikan bagaimana
pelanggaran aktifitas pengendalian tertentu, dikombinasikan dengan
factor-faktor lingkungan, menghasilkan penipuan disekolah distrik Midwestern.
DAFTAR
PUSTAKA
Marshall B.Romney and Paul John
Steinbart “Accounting Information System.” Penerbit Salemba Empat. Hal : 131
dan 221.